Bagaimana Membuat Anak Keranjingan Membaca?

Diposting pada: 2014-05-14, oleh : MIN 3 Bantul, Kategori: Informasi Sekolah

Kalau ada hal-hal berharga yang dapat Anda wariskan pada anak Anda, maka percayalah salah satunya adalah kegemaran membaca.  Dan percayalah bahwa kegemaran anak membaca ini layak mendapatkan kucuran investasi waktu dan energi Anda.

Memang, anak-anak akan belajar keterampilan membaca di sekolah, tetapi sering kali yang mereka dapatkan hanyalah “tugas” membaca, bukan “kesenangan” membaca.  Akibatnya mereka justru kehilangan gairah membaca. Padahal justru gairah itulah, keingintahuan dan minat mereka, yang menjadi pondasi keberhasilan dalam memanfaatkan kebiasaan membaca serta keterampilan lain.

Cara paling efektif mendorong anak mencintai buku dan membaca adalah dengan membacakan buku untuk mereka. Semakin awal Anda memulai kebiasaan ini akan semakin baik. Bahkan bayi yang baru berusia beberapa bulan sudah mampu melihat gambar, mendengarkan suara Anda, dan membolak-balik buku karton (board book).

Jadikan waktu membaca bersama sebagai saat istimewa Anda bersama anak, tanpa gangguan TV atau telepon. Anda mungkin akan terkejut menemukan bahwa buku anak yang bagus akan menyenangkan, bukan hanya bagi anak, tetapi juga bagi Anda sendiri!

Dan, ini penting, jangan menghentikan kebiasaan membaca buku dengan suara keras saat anak Anda sudah bisa membaca sendiri. Pada tahap ini, Anda bahkan bisa mendorong mereka membacakan buku untuk Anda. Kegembiraan bersama ini akan memperkuat minat dan penghargaan mereka terhadap kegiatan membaca.

Hal lain, penuhi rumah dan lingkungan sekeliling Anda dengan majalah, buku, koran, agar anak melihat berbagai bahan bacaan itu sebagai bagian kehidupan sehai-hari. Tentu saja, teladan kebiasaan membaca dari Anda sebagai orang tua pun akan memperkuat kecintaan membaca mereka.

Anda juga bisa mengajak anak membuat perpustakaannya sendiri sejak kecil. Lengkapi perpustakaan itu dengan koleksi buku yang dapat dengan bebas mereka pegang dan “mainkan”.  Anda bisa memasukkan buku-buku dari bahan kain untuk bayi, misalnya. Biarkan anak menyentuh, membaui, bahkan “mencicipi” buku (harfiah)  agar terbentuk ikatan yang kuat antara anak dengan buku.

Sikap Anda terhadap buku akan memengaruhi sikap anak Anda juga. Anak adalah peniru, jadi kalau mereka melihat Anda menikmati kebiasaan membaca dan menghargai buku, mereka pun akan melakukan hal serupa.

[pang/Mizan.com/diolah dari berbagai sumber]


Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini